Bantul – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan, SMP Negeri 1 Sanden sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Belajar dari Alam, Beraksi untuk Peduli" ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari hari Rabu hingga Jum'at, 6–8 Mei 2026.
Tahun ini, Bumi Perkemahan Dewi Tinalah yang berlokasi di Jl. Persandian Km
5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY, dipilih sebagai tempat menempa diri
bagi para siswa-siswi penggalang. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah SMP
Negeri 1 Sanden, Ibu Windarti, M.Pd., seluruh rangkaian kegiatan dirancang
secara sistematis untuk menyeimbangkan antara ketangkasan fisik, kemandirian,
dan kepedulian lingkungan.
Hari Pertama: Semangat Awal dan Kompetisi
Kepramukaan
Keceriaan dan antusiasme sudah terpancar sejak Rabu pagi (6/5) di
lingkungan sekolah. Tepat pukul 07.00 WIB, para peserta mengikuti persiapan dan
pelepasan resmi oleh Kamabigus sebelum menempuh perjalanan menuju Kulon Progo.
Sesampainya di Bumi Perkemahan Dewi Tinalah sekitar pukul 09.00 WIB, seluruh
peserta langsung bergotong-royong mendirikan tenda dan membersihkan lingkungan
sekitar kapling regu mereka. Setelah lelah beraktivitas, mereka diberikan waktu
untuk istirahat, makan, dan sholat hingga pukul 13.00 WIB.
Tepat setelah istirahat, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti Upacara
Pembukaan yang menandai dimulainya perkemahan secara resmi. Agenda siang
kemudian dilanjutkan dengan pemberian informasi penting khusus bagi para ketua
regu. Memasuki sore hari, ketangkasan kepramukaan para penggalang langsung
diuji melalui berbagai kompetisi sengit. Secara maraton, mereka mengikuti Lomba
Semaphore, Morse, P3K, serta Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB). Tidak
berhenti di situ, kreativitas peserta kembali ditantang dalam Lomba Hasta Karya
sebelum ditutup dengan apel sore dan bersih diri.
Malam harinya, setelah melaksanakan ibadah sholat magrib berjamaah,
tadarus, sholat isya, dan makan malam, suasana keakraban mulai mencair. Pukul
19.30 hingga 23.00 WIB, panggung Pentas Seni digelar menjadi wadah bagi setiap
regu untuk menampilkan bakat terbaik mereka. Setelah keseruan pentas seni
selesai, seluruh peserta diwajibkan masuk ke tenda masing-masing untuk
"akrab dengan selimut" guna mengumpulkan energi untuk esok hari.
Hari Kedua: Menempa Ketangguhan dan Kehangatan
Api Unggun
Kamis (7/5), petualangan berlanjut dengan fokus pada pembentukan
kedisiplinan dan fisik. Setelah melaksanakan Jamaah Sholat Subuh yang diisi
dengan kultum, para peserta langsung menyambut pagi dengan Olahraga Pagi dan
Apel Pagi. Kemandirian mereka pun langsung diuji pada pukul 07.00 WIB lewat
Lomba Masak, di mana setiap regu harus meracik menu sarapan pagi mereka sendiri
sebelum dinikmati bersama.
Ujian fisik dan mental yang sesungguhnya dimulai pada pukul 08.00 hingga
11.30 WIB melalui kegiatan Gladi Tangguh. Usai menguras tenaga, peserta
mendapatkan jeda untuk istirahat, sholat, dan makan siang. Tepat pukul 13.00
WIB, tantangan di alam terbuka kembali berlanjut lewat agenda Jelajah Medan dan
Soal Pos. Di sinilah kerja sama tim, kecerdasan memecahkan sandi, dan
ketangguhan fisik benar-benar dipraktikkan langsung di sepanjang jalur
perkemahan hingga sore hari.
Hari Ketiga: Bersyukur Lewat Tadabbur Alam dan
Kembali Pulang
Hari terakhir, Jum'at (8/5), diawali dengan Sholat Subuh berjamaah, Kultum, dan dilanjutkan dengan agenda Pagi Ceria. Usai bersih diri, sarapan pagi, dan mengikuti Apel Pagi, para peserta bersiap untuk melaksanakan inti dari tema kemah bakti tahun ini. Pukul 07.30 WIB, rombongan berangkat melaksanakan kegiatan Tadabbur Alam, berjalan melintasi keindahan alam sekitar Samigaluh untuk mengagumi ciptaan Tuhan sekaligus mempertebal rasa cinta terhadap alam.
Sebagai wujud aksi nyata dari tema "Beraksi untuk Peduli",
sekembalinya dari penjelajahan pada pukul 10.00 WIB, seluruh peserta secara
serentak melakukan aksi Bersih Lingkungan. Mereka bergotong-royong memungut
sampah dan merapikan kembali area bumi perkemahan agar tetap lestari dan
bersih. Rangkaian perkemahan ini pun resmi diakhiri melalui Upacara Penutupan
pada pukul 11.00 WIB.
Setelah beristirahat, menikmati makan siang terakhir, dan bagi siswa muslim
melaksanakan Sholat Jum'at berjamaah, rombongan SMP Negeri 1 Sanden bersiap
pulang pada pukul 13.00 WIB. Perjalanan berjalan dengan lancar dan rombongan
tiba kembali di sekolah dengan selamat pada pukul 15.00 WIB. Rangkaian Kemah
Bakti 2026 ini sukses meninggalkan kesan mendalam serta pelajaran berharga
mengenai kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian yang siap diterapkan oleh
para siswa dalam kehidupan sehari-hari.



